Minggu, 10 Januari 2010

Karakteristik Indonesia Sebagai Masyarakat Multikultur

Karakteristik Indonesia Sebagai Masyarakat Multikultur

Bangsa Indonesia memilikkibanyak budaya yang dapat memperkaya khasanah bubaya nasional kita. Kita perlu memperoleh gambaran umum tentang kondisi ke-Indonesia-an yang bergam dan gambaran yang lebih spesifiktentang berbagai kelompok etnis dan budaya yang ada di tanah air ini. Dalam subunit 3.2 ini kita akan mengkaji beberapa etnis sebagai identitas social budaya. Karena keterbatasan tempat, waktu dan kemampuan penulis, maka disajikan mangenai Cina, Jawa dan Bali. Mengapa dipilih Cina ? Karena sebagian jumlah penduduk Indonesia berasal dari daerah ini. Kerena jumlah penduduknya banyak maka tentunya budayanya juga mempunyai banyak pengikut. Mengapa Bali ? Karena Bali sangat dikenal sebagai tempat pariwisata budaya dunia. Bahkan lebih dikenal daripada Indonesia sendiri.



Karakteristik Indonesia

Indonesia memiliki karakteristik yang perlu dipertimbangkan dalam segenap segi kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan. Karakteristik itu bisa dalam bentuk :
1. Jumlah penduduk yang besar dengan ketrampilan yang rendah. Indonesia yang jumlah penduduknya 203.456.000 jiwa dapat menjadi petensi yang besar dalam pengadaan tenaga yang besar. Namun jumlah yang besar saja tidak mencukupi. Jumlah yang besar itu perlu disertai dengan ketrapilan yang memadai. Negara Indonesia termasuk Negara yang tenaga kerjanya sangat dibutuhkan di negara lain dan lebih disukai negara lain. Karena tenaga kerja Indonesia memiliki budaya yang santun dan sabardibandingkan dengan tenaga kerja dari Negara lain. Namun karena kemampuannya rendah maka tenaga kerja Indonesia itu hanya berada pada sektor-sektor yang tidak begitu menguntungkan dari segi upah. Sebagian besar tenaga kerja Indonesia, khususnya wanita banyak bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Persebaran penduduk yang tidak merata.
2. Wilayah yang luas. Indonesia memiliki wilayah seluas 1.922.570 km persegi yang menduduki urutan 15 terbasar dunia.
3. Posisi silang. Indonesia terletak diantara dua Samudra ( Samudra Hindia dan Samudra Pasifik ) dan dua bunua ( Asia dan Australia ) karena posisi silang ini, maka Indonesia menjadi tempat pertemuan berbagai budaya dunia. Sehingga hal ini memunculkan varian dari budaya dari berbagai negara. Sejarah membuktikan.
4. Kekayaan alam dan daerah tropis. Karena pada daerah tropis yang hanya mengenal dua musim( penghujan dan kamarau ) maka mungkin saja membuat masyarakat ini memiliki budaya yang santai dan kurang berwawasan ke depan. Ada pepatah budaya Jawa yang mengatakan “ono dino ono upo” ( ada hari ada nasi artinya tiada hari yang membuat kita tidak bisa makan ). Indonesia mimeliki kekayaan yang melimpah namun kekayaan ini masih merupakan kekayaan yang potensial, belum bersifat efektif. Sehingga Indonesia menduduki kelompok negara yang masih miskin dari segi pendapat perkapita pertahun warganya. Sungguh ironis, Negara memiliki kekayaan besar nmun warga masyarakatnya miskin. Hal ini karena pengetahuan dan ketrampilannya masih rendah.
5. Jumlah pulau yang banyak. Amerika Serikat memang memiliki wilayah yang luas, namun lebih berwajud benua (kontinen), sedangkan pulau Indonesia itu berjumlah lebih dari 17.000 pulau. Jumlah yang banyak ini tentunya membutuhkan perjuangan pelayanan yang ekstra keras dari pemerintah untuk dapat melayani seluruh masyarakat Indonesia.
6. Persebaran pulau. Persebaran pulau yang “terhalang” oleh air laut ini menimbulkan kendala tersendiri dalam peningkatan taraf hidup maupun pembinaan pendidikan. Bahkan warga masyarakat dari Talaut ( Sulawesi ) harus membutuhkan waktu selama dua minggu hingga satu bulan untuk mengurus surat nikah. Jadi ada kendala geografis yang membuat masyarakat di berbagai tenmpat di Indonesia ini kurang bisa mwngatasi dari daerah lain yang lebih maju.
7. Kualitas hudup yang tidak seimbang. Kesenjangan sosial ekonomi bukan saja antar daerah namun antar wilayah yang sama. Kondisi ini dapat menimbulkan kecemburuan social bagi kelompok yang tersisih dan tinggal di daerah-daerah kumuh dan kantong-kantong kemiskinan. Sehingga kondisi ini sering membuat mereka mudah tersulut dengan perkelahian, pertikaian dan bentrokkan.
8. Perbedan dan kekayaan etnis. Adanya perbedaan ini dapat memperkaya budaya antar daerah dan dapat menjadi mosaic yang indah. Namun perlu diwaspadai bahwa perbedaan ini dapat dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan politik adu domba yang sudah terlalu sering kita alami selama sejarah panjang bangsa ini.

Retmaniar Karima (1401409339)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar